Lumajang Travelers

Lumajang Travelers, Puncak B29, Air terjum Tumpak Sewu, Sgi Tiga Ranu, Ranu Pane Base Camp Semeru Mountains.

Lumajang Social Hiking

Warna Warni Budaya Jawa, Madura, Tengger, rancak tersaji disini.

Lumajang Exotics View

Lembah luas sepanjang kaki Semeru, Gunung tertinggi di Jawa ada disini.

Lumajang Care

Masyarakat care, penuh empati, dihampar senyum, salam, dan sapa.

Harmoni Lumajang

Temukan Harmoni Lumajang diantara serakan awan dan hamparan hijau ladang dan ngarainya.

Wednesday, February 12, 2014

Ayat-Ayat Syaiton (?)


THE SATANIC VERSE (?)

Aku senang ngobrol dengan Kyai Kastubi bukan karena masalah kitab kuning yang gundul. Bukan pula karena kyai kampung ini (meminjam terminology Gus Dur), sudah ikut-ikutan menjadi oportunis,menurut simbokku, karena berulang kali ganti kendaraan politik “hanya untuk sekedar” numpang nampang di acara-acara seremonial ulama’- umaro” di kampungku. Juga bukan masalah Ahmadiyah, kitab mujarobat, label halal, fatwa aliran sesat, ONH yang seiya sekata dengan harga minyak goreng curah, dan lain-lain topik pergunjingan remeh temeh di acara infotainment. Aku senang ngobrol dengan kyai Kastubi ternyata karena beliau punya pandangan yang selalu tidak sama dengan pandangan-pandanganku !

Pada saat aku sibuk dengan daftar hujatan ku pada Amerika karena telah menenggelamkan bangsa Irak kembali ke abad pertengahan dan menjarah habis cadangan minyaknya, kyai Kastubi dengan enteng mengatakan persetujuannnya karena AS telah membantu musuh bebuyutannya, mendiang Saddam, karena telah berbuat mubadzir dengan mengobarkan Perang Irak – Iran serta berbuat mubadzir pula dengan keputusan kurang gaweannya dengan menyerang Kuwait.
Pada saat aku bingung mencari literatur tentang Bakteri Sakazaki, beliau bilang berita itu memang telah di setting manis untuk kampanye ASI dan ikutannya (ya dana, kebijakan, opini, dll).

Pada saat aku ikut-ikutan prihatin akan semakin mindernya tentaraku karena alat-alat perangnya sudah tidak layak untuk latihan (apalagi untuk perang beneran), dia bilang itu hanya secuil manuver para broker.
Pada saat aku nerocos berargumen tentang mencari akar penyebab dan alternatif memecahkan masalah gizi buruk dari aspek optimalisasi peran masyarakat pada deteksi dini lewat Posyandu, beliau bilang bahwa cikal bakal masalah itu lahir sejak Bulog dikebiri IMF atas nama Gombalisasi. 

Jauh seberlum Menkes berimprovisasi dengan virus Flu Burung yang berakrab ria dengan adidayanya Amerika, kyai Kastubi telah dengan sinis mengatakan bahwa tidak akan mungkin kita mencari asal muasal Virus Flu Burung yang bikin demam tinggi dan sesak tinggi, dan kematian tinggi ratusan saudara kita. Apalagi dicari dengan menembaki merpati dan membakari ayam dan itik dipekarangan kita. 

Aku sebetulnya malu, karena ternyata reaksiku selalu spontan dikarenakan melihat TV, membaca Koran, Browsing Internet, atau melototi infotainment. Sedangkan Kyai Kastubi tanpa melihat hal itu selalu telah mempunyai pandangan dan pendapatnya sendiri. Jangan-jangan media menjadi the satanic verse bagiku ............... ?

Tuesday, February 11, 2014

Fit and Proper Test

Fit and Proper Test pada Birokrasi – Sebuah Catatan

Sejak awal – dan sering timbul tenggelam berganti topik dan gossip – di Lumajang topik fit and proper test relatif stabil menghiasi top topic, baik dimasyarakat maupun di lingkup birokrasi. Dengan jargon peningkatan sumber daya manusia pada birokrasi, yang ditopang dengan madzab transparansi dan akuntability, agaknya topik tersebut cenderung menarik dan up to date untuk diobrolkan di warung-warung seputaran stadion Semeru. dasi

Perhatian dan gerakan politis pada jargon peningkatan Sumber Daya Manusia ini memang akan selalu dirasakan relevansinya dan penting untuk ditekankan pada keluarga besar birokrasi – yang agaknya selalu bermasalah dengan kinerja dan tingkat kesejahteraan.

Pada awal cerita, rencana fit and proper test bagi para calon pejabat tersebut satu paket dengan “janji politis” lainnya – yang kemudian harus diterjemahkan dengan amanah politis.

Sebetulnya mungkin menjadi sangat logis ketika kita membicarakan fit and proper test ini apabila juga harus kita bicarakan tentang stok. Dengan stok yang melimpah kita perlu semacam media rapid sand filter (meminjam istilah media proses purified air bersih) untuk mendapatkan atau menentukan stok yang cocok bin sesuai dengan tuntutan pasar (masyarakat, user).

Konon Fit and proper Test dalam bahasa Inggris berarti pantas-patut atau layak (baca kepatutan, kepantasan, kelayakan). Sehingga test ini dapat berarti uji kepatutan, uji kepantasan, atau uji kelayakan – uji Kemampuan dan Kelayakan. Beberapa jenis uji biasanya akan diberikan menyangkut beberapa indikator, diantaranya uji kemampuan (knowledge), ketrampilan (skill) serta masa kerja. Indikator knowledge biasanya akan menyangkut parameter visi, misi, pengetahuan umum, ataupun pengetahuan yang relevan dengan bidangnya. Sedangkan skill dapat menyangkut technical skill dan managerial skill. Untuk uji kepatutan atau kemampuan biasanya akan dilakukan dengan mengaitkannya dengan sikap atau perilaku (attitude) serta masa kerja yang lampau (experience). Sementara indikator lain biasanya akan diberlakukan menyangkuit integritas dan kompetensi.

Namun kalau kita melihat prasyarat eksternal dengan memasukkan unsur stok atau ketersediaan, terdapat kenyataan yang relatif sulit dibantah, bahwa stok memang terbatas. Bahkan dengan indikator dan kriteria simple tapi wajib yang bernama Golongan, Kepangkatan, dan Masa Kerja, akan sulit mencari pilihan lain.

Karena kita tahu, jabatan struktural itu ya jabatan politis – walaupun hal tersebut menurut bude Jamilah tidak tepat – namun konvensinya kayaknya demikian. Saya menjadi teringat celotehan mbah Kasan tentang pola pembentukan kabinet di negeri tetangga sebelah – bahwa kabinet yang terbentuk dari sebuah proses ingar bingar demokrasi ujung-ujungnya merupakan kabinet sharing dan balas jasa (dari partai pendukung – begitu menurut pakar di TV One). Dan pada saat itu - tim sukses akan betul-betul sukses - sedangkan tim yang tidak sukses alias tim suksesnya lawan akan betul-betul terpuruk. Dan dogma utamanya adalah loyalitas, loyalitas yang sangat dipersempit pada ranah pribadi, dan bukan loyalitas pada standard profesi apalagi negara (terlalu ndakik-ndakik ?.

Salah mereka juga sih, sudah dibilang harus netral ya mesti netral. Namun netralitas itu mestinya juga harus berlaku pada seluruh ujung kontestan, lha sama – sama tidak netral tim sukses kemudian sukses, sedang tim yang tidak sukses kemudian terpuruk. Mbah bilang nepotisme itu sunnatulloh .... wallohu a’lam bissawab ...

Ah itu sudah menjadi cerita lama, dan cerita baru akan segera dimulai (setidaknya menurut sang dalang imajiner) - dan lakon cerita itu bernama Fit and Proper Test. Sebetulnya cerita itu akan mempunyai alur dan ending yang keren apabila tim yang tidak suksespun diberi kesempatan bertanding (seperti yang sudah sangat cantik diperagakan SBY dalam penyusunan konfigurasi pemerintahan pasca Pilpres). . Walaupun range nilai tinggi tentu akan jatuh pada indikator loyalitas – its ok – namun azas keadilan dan transparansi sepertinya akan selalu dicatat di hati masyarakat. Untuk loyalitas - apakah perlu melibatkan metode sumpah pocong dan penggunaan instrumen lie detector – celetuk bude Khasanah ............ mboh bude …… iku ben dadi urusane sedulur seng nggawe dasi wae  …..

Thursday, November 28, 2013

Century Bank Show

Century of Centurious
 
Akhir-akhir ini ide dan minat menulisku cenderung loyo dan mati kutu. Kalau ingin mencari kambing hitam, mungkin dapat kusebut sederet alibi, seperti vitalitas otak yang selalu bermasalah dengan lola (loading lama), atau bombardir blow up media massa terhadap secuil kasus (dari ribuan kasus yang sebenarnya ada). Dan seperti psikologi massa lainnya, informasi media ini sering menina bobokkan fikiran kritis penonton, kemudian perasaan dan fikiran bawah sadarny yang aktif turun naik. Apalagi blow up ini mempunyai trend selalu menggunakan referensi pakar dan yang menamakan diri pakar.

 korupsi Seorang motivator sempat tergelitik untuk berkomentar atas hiruk pikuk euforia media massa ini, dengan menyayangkan beberapa manuver tokoh yang kebetulan memang telah dianggab antagonis. Mereka telah melakukan usaha yang sia-sia, karena masyarakat sudah amat yakin dengan kesimpulannya. Pertanyaannya - apakah itu inisiatif sang tokoh atau sang tokoh telah menjadi korban industri media (dengan segudang effortnya untuk mencari suku cadang berita). Namun apapun asbabun nuzulnya, saat ini semua memang sudah tergilas industri media, minimal dari sudut opini.

Namun persoalan menjadi lain ketika media memang mempunyai seperangkat alat bukti yang valid, seperti rekaman percakapan telepon antara Anggodo dan berbagai pihak yang dihubunginya. Walaupun legalitas kekuaatan hukum masih menjadi perdebatan, namun bukti itu telah menghipnotis jutaan rakyat Indonesia dan menggiring opini mereka bahkan sampai pada kesimpulan benar dan salah. Dan ketika beberapa pihak yang telah masuk dalam percakapan itu mencoba menjelaskan, seperti komentar sang motivator diatas, akan mubadzirlah semuanya.

Its oke, apapun jenis alibi dan manuvernya, saat ini semua sudah jelas siapa yang menang dan siapa yang kalah dari perang opini dan perang pencitraan ini. Masalahnya sekarang bagaimana cara mundur yang terhormat. Cerita itu dimulai ketika Presiden membentuk Tim 8. Kalau boleh diartikan, pembentukan tim ini mungkin sudah di-nawaitu-kan sebagai jalan mundur yang elegan itu. Ketika rekomendasi tim ini di-floor kan ke publik, pada saat itu juga (sebetulnya) tahap perang opini dan pencitraan dimulai. Selanjutnya Presiden tinggal melingkari jawaban betul dan salah yang sudah sangat jelas dapat dibaca. Dan diam-diam saya salut dengan cara Presiden kita meramu kata-kata dan berekspresi dalam intonasi yang sangat pas dalam kapasitasnya.

Reaksi kurang sepadan sebetulnya justru diperlihatkan oleh para lawyer, sepertinya maqom pengetahuan hukum mereka terlalu jauh meninggalkan maqom intuisi politisnya. Seperti komentar mereka bahwa Presiden harus eksplisit menyampaikan kebijakan dan langkah atas rekomendasi ini. Justru mnenurut saya, pidato presiden sudah sangat eksplisit menanggapi rekomendasi Tim 8. Kejelasan itu menampakkan wujud aslinya, salah satunya ketika Mabes Polri mengumumkan gerbong Mutasi para Patinya (dan sang lakon termasuk di dalamnya). Walaupun masyarakat sangat maklum bahwa mutasi ini skenario mundur teratur yang elegan .... namun harus diakui cara ini ternyata relatif rahmatan bagi pihak yang berperkara. Dan saat tulisan ini di posting, kita masih menunggu skenario-skenario elegan lain dari obyek sasaran rekomendasi Tim 8, mungkinn ada yang telah menemukan cara yang jauh lebih terhormat ?

Dan cerita ini sepertinya akan terus bergulir ke episode-episode selanjutnya. Sebetulnya sang lakon telah bergeser, dari KPK ke MK !! Pada awal pergantian dari Maestro Jimly Asshiddiqie ke Machfud MD sebenarnya saya sempat kurang rahayu. Permainan cantik yang sempat dibangun Jimly (khawatir) tidak lagi dapat diteruskan Machfud, tapi ternyata produk Madura ini jauh lebih cantik dalam mengocek gerakan tanpa bola. So ... waited next game ....

Tuesday, October 8, 2013

Pemandian Alam Lumajang

Pemandian alam Selokambang dan Jokarto Lumajang

Di Lumajang mulai tumbuh wisata pemandian. Pada awalnya di wilayah ini hanya dikenal Pemandian alam Selo Kambang, Jarit dan Kolam Renang Veteran. Setelah itu dibangun Water Park di kawasan Wonorejo – sebagai satu kesatuan konsep kawasan Wonorejo terpadu. Menyusul kemudian berdiri di beberapa kecamatan kolam renang yang memanfaatkan air tanah, seperti di Kec. Yosowilangun dan Tempeh.

Pemandian alam Selo Kambang yang berjarak sekitar 5 km dari Kota Lumajang (arah Senduro), selain berfungsi sebagai kolam renang juga dimanfaatkan PDAM Lumajang sebagai salah satu sumber air bersih terbesarnya. Selo Kambang juga dimanfaatkan sebagai wisata air lain (perahu wisata) di sisi kolam sebelah selatan, serta budi daya ikan air tawar.

Berikut sekilas video Pemandian Alam Selo Kambang dan Pemandian Jokarto Kec. Tempeh


Pemandian Jokarto

Peran Wanita dalam Pembangunan Keluarga

Wanita Sebagai Madrasah Utama dalam Pendidikan di Rumah
Peningkatan peranan wanita merupakan sebuah topik yang sangat relevan untuk didiskusikan dan diperjuangkan. Sejak era orde baru hingga saat ini peningkatan peranan wanita menjadi sebuah gerakan yang selalu hangat dan menarik untuk kita diskusikan di tengah kehidupan bermasyarakat. Perjuangan itu sebenarnya sudah sejak lama dimulai dan kumandangkan, setidaknya sejak 146 tahun yang lalu, ketika usia RA Kartini menginjak 12 tahun. Pada saat mana beliau harus mengahiri masa sekolahnya di ELS (Europese Lagere School), karena budaya mengharuskan beliau memasuki usia pingit.

Kita tentu akan sangat terinspirati, bagaiman seorang Kartini, pada saat itu mampu mengubah pemikiran masyarakat Eropa (Belanda) terhadap cara pandang pada wanita pribumi Indonesia. Sesuatu yang sangat tidak dikenal oleh mereka, kecuali kegelapan dan diskriminasi. Dari kumpulan pemikiran RA Kartini melalui ratusan surat dan tulisan “habis gelap terbitlah terang”, beliau tulus dan kuat menggugat dan memperjuangkan kesempatan dan akses pendidikan bagi kaumnya. Kartini muda sudah sangat paham terhadap ketidak adilan yang mengharu biru kaumnya. Tiadanya hak memilih dan menolak perjodohan, bahkan terhadap poligami, tiadanya kesempatan bersekolah, dan berbagai bentuk ketidak persamaan hak lainnya. Kondisi tersebut telah melahirkan pemikiran visioner Kartini yang mampu menerobos hingga ke negeri Belanda, menjadi sumber inspirasi bagi gerakan-gerakan kebangkitan nasional saat itu. 

Walaupun pemikiran Kartini muda sudah sangat maju, mampu meyakinkan ayah beliau bahkan pemerintah hindia belanda, terhadap kesempatan pendidikan bagi Kartini. Kita juga mencatat, ketika pilihan itu sudah sangat terbuka, beliau lebih mendahulukan keluarga. Kartini memutuskan untuk mengesampingkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke Belanda atau Betawi (Jakarta), dan menikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat (Bupati rembang saat itu). RA Kartini merencanakan melanjutkan perjauangan itu setelah menikah, antara lain dengan mendirikan Sekolah Khusus bagi kaum perempuan, sebuah impian mulia yang belum sempat beliau tuntaskan. RA kartini lebih memilih membangun keluarga sebagai basis membangun generasi berkualitas.

Di Indonesia peningkatan peranan wanita diarahkan untuk mencapai kondisi kemitrasejajaran yang harmonis  antara pria dan wanita dalam segala aspek peri kehidupan bermasyarakat kita. Kata sejajar dan bermitra merupakan sebuah kata yang menyiratkan persamaan hak saling menghormati dan bekerja sama. Disana tidak ada dominasi, saling  menguasai dan pemaksaan kehendak. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dalam segala sisi kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, dan bernegara. Pada dunia pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah, pada aspek peningkatan derajat kesehatan dan gizi, maupun peningkatan kesejahteraan keluarga.  Dengan demikian, pada dasarnya, peningkatan peranan wanita dalam keluarga dan masyarakat diarahkan bagi terciptanya kemitrasejajaran yang harmonis antara pria dan wanita dalam membina keluarga maupun dalam peran aktif di masyarakat.

Saat ini kita sudah cukup banyak berbuat untuk meningkatkan peran wanita dalam keluarga. Di bidang ekonomi dan pendidikan anak, misalnya berbagai usaha telah dilakukan, baik melalui penyuluhan maupun bimbingan keterampilan untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan pembinaan tumbuh kembang anak balita. Sementara itu, peningkatan peran wanita dalam masyarakat dilakukan melalui peningkatan berbagai aktivitas wanita di berbagai sektor pembangunan.

Pembangunan yang dilaksanakan di berbagai bidang terutama pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, kependudukan dan keluarga sejahtera telah berhasil meningkatkan kualitas wanita sehingga peranannya dalam pembangunan lebih nyata. Peranan wanita pada usaha peningkatan pendidikan anak dan remaja antara lain dapat kita lihat pada peran penting mereka pada Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA).

Di bidang pendidikan, makin banyak wanita yang dapat menempuh pendidikan melalui jalur sekolah yang ditunjukkan oleh makin meningkatnya rasio murid wanita terhadap pria pada berbagai jenjang pendidikan. Peningkatan derajat pendidikan wanita tersebut membawa dampak terhadap meningkatnya partisipasi wanita dalam dunia usaha. Di bidang ketenagakerjaan, ribuan wanita, ibu rumah tangga, menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Dibidang hukum dan perundang-undang, kemajuan pesat sudah banyak dicapai oleh bangsa ini. Berbagai produk hukum dan perundangan dengan semangat melindungi hak dan kewajiban wanita dalam segala aspek kehidupan sudah dibuat. Kita dapat menyebutkan berbagai aspek diantaranya menyangkut persoalan perkawinan, perceraian, serta tata cara kerja bagi pekerja wanita, seperti jam kerja malam dan pemutusan hubungan kerja karena menikah, hamil, dan melahirkan. Tentu yang sudah sangat kita kenal terkait produk hukum ini salah satu diantaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

Di bidang kesehatan, peran wanita semakin nyata dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Posyandu. Sementara perbaikan derajat kesehatan dan gizi wanita dilakukan terutama melalui kegiatan pelayanan kesehatan dasar bagi ibu hamil dan menyusui. Pelayanan kesehatan dasar secara teratur diselenggarakan di Puskesmas dan Posyandu yang dikelola oleh masyarakat, terutama melalui peran penting organisasi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Peran wanita sebagai bidan juga semakin  meningkat, dengan ribuan bidan telah disebar pada hampir seluruh desa di Indonesia. Keberadaan Bidan Desa ini sangat vital untuk mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu melahirkan (AKI) dan angka kematian bayi dan anak, sebagai salah satu target millennium Development Goals (MDGs). Terget ini juga merupakan indikator penting peningkatan human development indeks bangsa. 

Penurunan angka kematian ibu melahirkan merupakan sebuah tujuan yang sangat penting untuk diwujudkan, karena seluruh denyut masa depan generasi kita berawal dari sini. Kita tentu masih ingat, pahlawan dan sumber inspirasi perjuangan emansipasi wanita kita, RA Kartini, menghembuskan nafas terahir karena preeklamsia, tepat 4 hari setelah kelahiran putra pertama sekaligus terakhir, pada tahun ke 25 usia beliau. Sebuah usia produktif yang sangat sayang untuk pejuang dan pemikir sebesar beliau. Dan lebih dari dua dasawarsa sepeninggal beliau, penyebab kematian serupa masih menjadi masalah serius yang harus sama-sama kita  perhatikan. Kita harus lebih meningkatkan kepedulian kita pada sanak saudara, tetangga, dan teman kita yang memasuki masa-masa kehamilan dan persalinan. Berikan mereka nasehat, support, dan bantuan untuk mampu mengakses pada fasilitas dan sarana kesehatan yang memadai untuk kesehatan kandungan dan janin mereka.

Dalam kaitan tersebut, kita juga harus kembali meningkatkan peran penting wanita dalam bidang kependudukan dan keluarga sejahtera. Sejak awal wanita merupakan peserta KB (akseptor) aktif dengan angka partisipasi jauh diatas jumlah akseptor pria. Disamping itu wanita juga juga telah sejak lama berpartisipasi sebagai motivator KB, yang ulet dan handal. Pengaturan kelahiran merupakan jalan terbaik dan entry point penting mewujudkan keluarga berkualitas, sejahtera dan bertartabat.

Saat ini, menurut hemat kami, peran sentral dan vital wanita pada pembangunan nasional, ada pada peran dan fungsi dalam membangun keluarga. Fungsi ini lebih ditekankan pada fungsi ibu dalam hal mendidik anak-anaknya. Sebagaimana dalam Islam, yang menempatkan menempatkan posisi wanita sebagai madrasah utama dalam pendidikan di rumah. Ibu, mendapat posisi penting sebagai guru besar pendidikan pertama anaknya.

Saat ini pendalaman pengetahuan dan peningkatan keterampilan bagi para ibu  mengenai pendidikan dan pengasuhan anak balita yang baik dan benar dilaksanakan melalui kelompok-kelompok bina keluarga balita (BKB). Dengan bertambahnya jumlah ibu yang memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan tersebut, diharapkan secara merata, mereka dan keluarganya mampu mendidik dan mengasuh anak balitanya sejak dini agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berkualitas.

Dan langkah awal yang sangat menentukan dari peran penting wanita khususnya peran ibu dalam mendidik anak, dimulai pada saat pemberian Air Susu Ibu (ASI) kepada sang buah hati. Salam hormat takzim mari kita haturkan untuk segenap para ibu yang memberikan ASI eklusif kepada anak-anaknya, karena ASI adalah simbol awal ikatan ibu dengan anaknya. Salam hormat kita juga untuk para ibu yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, kebanaran dan kejujuran kepada anak-anaknya, dan menjadi  sekolah pertama yang dihadapi oleh anak-anaknya.

Beberapa keistimewaan disebutkan dalam beberapa riwayat, diantaranya bahwa apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah s.w.t. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah s.w.t. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.  Serta apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan. Demikian  keududukan istimewa para wanita dan para ibu pada peran penting proses reproduksi dan perjuangan membesarkan dan mendidik anak-anaknya.
Dalam Alqur’an pun, disebutkan  bahwa perintah menghargai ibu lebih pertama diperintahkan Allah. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun . Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)

Dalam ayat ini disebutkan bahwa ibu mengalami tiga macam kepayahan, yang pertama adalah hamil, kemudian melahirkan dan selanjutnya menyusui. Karena itu kebaikan kepada ibu tiga kali lebih besar daripada kepada ayah. Sebagaimana dikemukakan dalam sebuah hadits : Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Segala peran penting sudah dibuktikan berhasil diperankan wanita Indonesia. Segala ranah kehidupan yang dahulu merupakan sesuatu yang impossible, sudah berhasil dimasuki para wanita perkasa pertiwi ini. Banyak lahir tokoh dan pemikir, ilmuwan, guru besar, tokoh parpol, mubaligh besar, aktris, lahir dari para wanita. Dan kemitra sejajaran antara pria dan wanita, walaupun belum sempurna, menyiratkan harapan besar akan masa depan cerahnya.

Sementara itu, situasi kekinian memperlihatkan keprihatinan mendalam kepada kita. Kita dapat menyebut diantaranya, bahwa angka perceraian lima tahun terakhir ini rata-rata naik 70% lebih. Kita juga dapat melihat sedemikian kronis permasalahan pergaulan bebas, norkoba, minuman keras, dan berjibun masalah lain menimpa generasi muda kita. Kita patut menduga bahwa berbagai masalah itu diawali dari rapuhnya pondasi bangunan keluarga, diantaranya karena keluarga broken home.

Sebagai akhir tulisan ini, sekali lagi mari kita kembali ke jati diri fungsi penting wanita Indonesia yang sering dilupakan, sebagai ibu dan pendidik putra putrinya. Kita mulai itu dari membangun pondasi keluarga yang kokoh. Kita mulai dari memberi suri tauladan kebesaran budi pekerti, sopan santun, hormat kepada orang tua, kehalusan tutur kata dan etika pergaulan, bertetangga, dan bermasyarakat kita. Kita mulai itu dari membentengi keluarga kita dari keganasan budaya instan yang dibangun media. Kita mulai itu dari membudayakan komunikasi penuh kasih sayang antara anak dan orang tua.  Dan semua itu, bisa sangat manis diperankan para wanita, para ibu rumah tangga, para ratu dan teladan kita, semoga .....

Water Park Lumajang


Wisata Anak-anak Water Park Lumajang

Wisata Water Park Lumajang merupakan satu diantara beberapa kawasan wisata di Kabupaten Lumajang yang memanjakan  pengunjung dengan berlimpah air dan permainan air. Water Park berlokasi di Kawasan Wonorejo Terpadu, sebuah kawasan yang pada awalnya dirancang untuk  kawasn bisnis dan perdagangan.
Selain mudah dijangkau dengan kendaraan umum, karena berada tepat dibelakang terminal Bus Wonorejo (terminal utama Lumajang), Lingkungan Water Park yang asri dengan rimbunan pepohonan juga tepat dijadikan pilihan mengisi akhir pekan keluarga.


Thursday, July 18, 2013

Biang Cholesterol

Seluk Beluk Cholesterol
Cholesterol saat ini begitu sering diperbincangkan orang. Semua perbincangan mengenai cholesterol cenderung bernuansa negatif dan menakutkan. Cholesterol menjadi kambing hitam berbagi penyakit dan masalah kesehatan, seperti serangan jantung, kegemukan, dan lain-lain. Namun tahukah anda apa sebetulnya cholesterol itu? Berikut sedikit cerita tentang cholesterol.
reduce-cholesterol
Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak sterol yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah. Merupakan sejenis lipid yang merupakan molekul lemak atau yang menyerupainya. Kolesterol ialah jenis khusus lipid yang disebut steroid. Steroids ialah lipid yang memiliki struktur kimia khusus. Struktur ini terdiri atas 4 cincin atom karbon.

Steroid lain termasuk steroid hormon seperti kortisol, estrogen, dan testosteron. Nyatanya, semua hormon steroid terbuat dari perubahan struktur dasar kimia kolesterol. Saat tentang membuat sebuah molekul dari pengubahan molekul yang lebih mudah, para ilmuwan menyebutnya sintesis.Hiperkolesterolemia berarti bahwa kadar kolesterol terlalu tinggi dalam darah (Wikipedia)

Kolesterol atau kadar lemak dalam darah umumnya berasal dari menu makanan yang kita konsumsi. Semakin banyak konsumsi makanan berlemak, maka akan semakin besar peluangnya untuk menaikkan kadar kolesterol. Contoh makanan tersebut seperti gorengan, minyak kelapa atau kelapa sawit, alpukat, durian, daging berlemak, jeroan, kacang tanah, dan sejenisnya.

Jenis kolesterol dibedakan menjadi Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL). LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat karena tingginya kadar LDL akan berpotensi menumpuk atau menempel pada dinding pembuluh nadi koroner yang dapat menyebabkan penyempitan dan penyumbatan aliran darah (aterosclerosis). Akibatnya jantung kesulitan untuk memompa darah dan akhirnya berlanjut ke gejala serangan jantung mendadak. Bila penyumbatan itu terjadi di otak, maka akan menyebabkan stroke dan kelumpuhan.

Penderita kolesterol umunya diderita oleh seseorang dengan berat badan tinggi (gemuk), namun tidak tertutup kemungkinan orang yang kurus juga bisa terserang kolesterol tinggi, apalagi dengan pola makan yang cenderung rendah serat dan berlemak tinggi. Selain faktor makanan, kolesterol tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan, sehingga sangat penting untuk selalu menjaga makanan dengan mengurangi makanan gorengan atau berminyak dan memperbanyak konsumsi makanan berserat.

Kolesterol total sebenarnya merupakan susunan dari banyak zat, termasuk trigliserida, LDL kolesterol, dan HDL kolesterol. Trigliserida adalah salah satu bentuk lemak yang diserap oleh usus setelah mengalami hidrolisis. Trigliserida kemudian masuk ke dalam plasma dalam dua bentuk, yaitu sebagai klomikron yang berasal dari penyerapan usus setelah makan lemak dan sebagai VLDL (Very Low Density Lipoprotein) yang dibentuk oleh hepar dengan bantuan insulin. Trigliserida tersebut di dalam jaringan di luar hepar (pembuluh darah, otot, jaringan lemak) akan dihidrolisis oleh enzim lipoprotein lipase. Sisa hidrolisis kemudian oleh hepar dimetabolisasikan menjadi LDL. Kolesterol yang terdapat pada LDL kemudian ditangkap oleh suatu reseptor khusus di jaringan perifer sehingga LDL sering disebut sebagai kolesterol jahat. Kelebihan kolesterol dalam jaringan perifer akan diangkut oleh HDL (High Density Lipoprotein) ke hepar untuk kemudian dikeluarkan melalui saluran empedu sebagai lemak empedu sehingga HDL sering disebut sebagai kolesterol baik.

Trigliserida merupakan lemak darah yang cenderung naik seiring dengan konsumsi alkohol, peningkatan berat badan, diet tinggi gula atau lemak serta gaya hidup. Peningkatan trigliserida akan menambah risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke. Mereka yang mempunyai trigliserida tinggi juga cenderung mengalami gangguan dalam tekanan darah dan risiko diabetes.

LDL kolesterol atau kolesterol lipoprotein berkepadatan rendah adalah kolesterol jahat karena kolesterol LDL melekat pada dinding arteri dan bisa menyebabkan terjadinya penutupan arteri. Sedangkan HDL kolesterol atau kolesterol lipoprotein berkepadatan rendah dikenal sebagai kolesterol baik. Peran kolesterol HDL adalah membawa kembali kolesterol buruk ke organ hati untuk pemrosesan lebih lanjut. Sebagian dari mereka dengan kadar HDL yang tinggi akan terlindung dari penyakit jantung, namun orang dengan kadar HDL dalam kategori yang sangat baik masih berisiko untuk terkena penyakit jantung.

Penyebab hiperkolesterolemia antara lain yaitu obesitas, alkoholisme, gangguan ginjal, gangguan hati, diabetes, pil anti hamil, diuretik, kortikosteroid, dan penyakit tiroid. Penderita hiperkolesterolemia sebaiknya menghindari faktor risiko (seperti merokok, obesitas, dan hipertensi), berat badan harus ideal dengan cara mengatur jumlah asupan kalori dan olah raga, serta mengurangi konsumsi lemak jenuh.

TAHUKAH ANDA
Kandungan Kolesterol
Per 10 gr makanan
(Sumber-General Hospital Singapura)
No Nama makanan
Per 10 gr
Kolesterol
(Mg)
Katagori
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
Putih telor ayam
Taripang (halsom)
Ubur-ubur
Susu sapi non-fat
Daging ayam tanpa kulit
Daging bebek tanpa kulit
Ikan sungai biasa
Daging sapi tanpa fat
Babi tanpa fat
Daging kelinci
Daging kambing tanpa fat
Ikan ekor kuning
Daging asap (ham)
Iga sapi
Iga babi
Daging sapi
Burung dara
Ikan bawal
Daging sapi berlemak
Gajig sapi
Gajig kambing
Daging babi berlemak
Keju
Sosis daging
Kepiting
Udang
Kerang/Siput
Belut
Santan kelapa
Gajih babi
Susu sapi
Susu sapi cream
Coklat
Mentega/margarin
Jeroan sapi
Jeroan babi
Kerang putih/.Tiram
Telor ayam
Jeroan kambing
Cumi-cumi
Kuning telor ayam
Otak sapi
Otak babi
Telor burung puyuh
0
0
0
0
50
50
55
60
60
65
70
85
98
100
105
105
110
120
125
130
130
130
140
150
150
160
160
185
185
200
250
280
300
300
380
420
450
500
610
1.170
2.000
2.300
3.100
3.640
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat
Sekali-kali
Sekali-kali
Sekali-kali
Sekali-kali
Sekali-kali
Sekali-kali
Sekali-kali
Hati-hati
Hati-hati
Hati-hati
Hati-hati
Hati-hati
Hati-hati
Hati-hati
Hati-hati
Hati-hati
Berbahaya
Berbahaya
Berbahaya
Berbahaya
Berbahaya Berbahaya
Berbahaya
Berbahaya
Berbahaya
Berbahaya
Berbahaya
Pantang
Pantang
Pantang
Pantang
Pantang
clip_image002
Kolesterol normal dalam darah 160-200 mg.Kolesterol tinggi akan mengakibatkan penyakit mendadak seperti hipertensi, stroke, dan bahkan kematian.