Indonesia terguncang lagi …
Setelah sekian lama relatif sakti dengan kemampuan meredam berbagai macam teror, kali ini agaknya Detasemen 88 kalah sprint dengan sang maestro. Siapapun itu, sang maestro, telah sukses meletakkan hegemoni chaosnya dengan instrumen utama BOM.Dan langkah pertama Polisi, sesuai standard prosedurnya, telah sukses memastikan bahwa yang meledak di Ritz Carlton dan Marriot benar-benar sebuah bom, bukan kompor bukan kortsleting PLN. Dan setelah itu dapat dipastikan serangkaian interogasi dan hiruk pikuk media massa menjaring gosip dan analisa, baik dengan sedikit jurnalisme investigatif, maupun sekedar copy-paste dari sumber “anonim” yang terlihat syah dan keren dimata industrialisasi media.










