DUH … GUSTI KANJENG RATU (HEMAS)
Ketika diawal tulisan seorang tokoh perempuan nasioanal membuat kesimpulan cukup menggoda seputar RUU APP dengan mengatakan “bukan arus luar yang dibendung, melainkan pohon realitas di rumah sendiri yang akan dicabut sampai akar-akarnya”, saya sedikit tergoda untuk segera noleh githoke dewe.
Bagaimana realitas bangsa ini dengan carut marut korupsi dan segudang berita tentang aborsi, pergaulan bebas anak cucu tetangga - bahkan anak sendiri, yang dengan gampang ditemui di vedeo phone mereka, dan berbagai dekadensi yang kata mbah kung saya membayangkan saja dahulu tidak akan “ditoleransi”.

Agaknya Gusti sangat membanggakan sebuah penelitian “ilmiah” dengan menjadikannya pagar berduri untuk menina bobokkan pohon realitas yang sangat gusti uri-uri. Saya jadi tidak mengerti bagaimana hasil penelitian ….










