Lumajang Travelers

Lumajang Travelers, Puncak B29, Air terjum Tumpak Sewu, Sgi Tiga Ranu, Ranu Pane Base Camp Semeru Mountains.

Lumajang Social Hiking

Warna Warni Budaya Jawa, Madura, Tengger, rancak tersaji disini.

Lumajang Exotics View

Lembah luas sepanjang kaki Semeru, Gunung tertinggi di Jawa ada disini.

Lumajang Care

Masyarakat care, penuh empati, dihampar senyum, salam, dan sapa.

Harmoni Lumajang

Temukan Harmoni Lumajang diantara serakan awan dan hamparan hijau ladang dan ngarainya.

Saturday, October 9, 2010

Dahlan Iskan Direktur PT KAI

Dahlan Iskan Direktur PT Kereta Api Indonesia

Melihat perkembangan dan carut marut PT KAI akhir-akhir ini, mbok de Jamillah terusik juga untuk ikut bersilat lidah. Dia fikir bukan hanya rekan DPR yang rajin melakukan hal itu untuk menaikkan daya tawar, seperti menyambut Kapolri baru kemarin. Namun pendapat Mbok de Jamillah memang tidak mempunyai nilai jual dan tidak akan menaikkan daya tawar siapa-siapa. Pendapat ini hanya sekedar memanfaatkan celah legalitas undang-undang yang menjamin kebebasannya bagi setiap warga negaranya.
kereta api kecelakaan
PT KAI, perusahaan ini mewarisi sebagian besar aset dan sarana prasarananya dari jaman penjajahan kompeni. Mulai dari rel dan akses pendukungnya, jaringan stasiun, dan sebagainya membentang dari ujung Jawa sampai ujung Sumatra. Aset mereka melimpah lengkap dengan budaya pengelolaannya, sehingga sebagian aset berupa jalur kereta dengan akses pendukungnya di beberapa wilayah tidak lagi mampu dikelola. Aset ini kemudian disewakan, dan gegap gempitalah para penyewa menyulap areal ini dengan bentuk bangunan beraneka warna (di sepanjang bekas jalur kereta). Pun sebenarnya para penyewa ini tidak secuilpun punya kepastian pada masa depan status tanah mereka. Potret PT KAI masih buram di banyak sisi. Berita anjlognya kereta dari jalur rel mereka, kereta salah masuk jalur, kereta menghantam kendaraan lain di luar persimpangan jalan raya, dan lain-lain.
Dahlan-Iskan
Bude Jamillah maklum, penyakit akut BUMN memang masih menjadi trend, dan belum mampu direhabilitasi. Bahkan banyak diantaranya yang terpaksa diamputasi, entah dengan nama merger atau akuisisi. Memang ada juga yang sehat wal afiat dan maslahat, sebut diantaranya milik per-bank-kan dan lembaga keuangan lainnya.

Satu diantara banyak perusahaan yang mengusik minat Bude Jamilah adalah PLN. Perusahaan monopoli setrum ini walaupun masih jauh untuk dikatakan sehat (dengan subsidi per tahun masih ber trilyoon-trilyoon), di mata beliau sangat seksi. Bukan karena loss setrum dan ledakan travonya. PLN seksi karena terlihat “nyata” punya usaha dan terget menambah dan menyetabilkan strom. Dan yang lebih seksi usaha mereka sangat manis dikampanyekan kepada publik, melalui berbagai tulisan dan laporan big boss mereka, Al-Mukharrom Dahlan Iskan di media massa.

Dengan keseharian bergelayut di dunia jurnalis, sebagai CEO berbagai media, sang Dirut ini tahu betul bagaimana memperlakukan publik. Dengan pola fikir dan program kerja PLN mengalir lancar di baca publik, berbagai byar-pet listrik menjadi cair diterima masyarakat. Artinya kita tahu duduk persoalan mereke, karena sedikit banyak “jerohan” persoalan diketahui publik, so kita akan sedikit mudah di buah maklum.

Kembali ke Kereta Api. Andai PT KAI sementara di berikan Al Mukharrom Dahlan Iskan, bude Jamillah membayangkan, peta persoalan per kereta apian akan sangat taktis disusun lengkap dengan detail rencana kerja dan targetnya. Dan yang lebih seksi, semua mengalir lancar di terima publik melalu tulisan-tulisannya. Next .... Dahlan Iskan + Public Relation = Seksi abis .....

Monday, September 6, 2010

DPRD Kabupaten Lumajang

DPRD Lumajang Khabarmu Kini

Sejak hijrah dari tlatah negeri reog, sejak para warok melepas berat hijrah itu, baru kali ini kutemui ontran-ontran panjang di negeri Minak Koncar ini. Lumajang di tingkat “elit” sedang meriang bin demam dengan disharmonisasi hubungan.eksekutif-legislatif.

Awal cerita dimulai ketika pilbub 2008 dimenangi calon dari partai non mayoritas di lokal parlemen. Dan seperti budaya kita selama ini, the winner so win for success team. Kondisi ini melahirkan banyak barisan sakit hati dari berbagai posisi dan latar belakang profesi. Mereka, implisit-eksplisit memanfaatkan (mempunyai) akses pada alternatif kekuasaan (baca DPRD).

Cerita bergulir dengan kebijakan dan typikal Bupati yang sangat terbuka untuk memunculkan peluang perdebatan. Dan celakanya kebijakan yang debatable itu kurang disiapkan “ubo rampe” nya, baik alibi maupun data pendukungnya oleh punggawa di bawahnya.

Khusus yang berhubungan dengan DPRD Lumajang, pertarungan (eksplisit dan implisit), telah mengorbankan banyak kepentingan. Sebut saja yang paling mencolok nasib Anggaran PAK - dengan sekian banyak kepentingan dan penerima manfaat yang tergantung kepadanya – hingga Idul Fitri 1431 H ini tidak jelas statusnya. Dan lagi-lagi masyarakat - langsung maupun tidak – menerima dampak buruknya.

Kondisi kekinian di Lumajang dengan disharmonisasi hubungan eksekutif dan legislatif selama ini tidak ditemukan di era-era sebelumnya. Pada masa lalu tingkat kompromistis kepentingan bisa sangat fleksibel di negosiasikan, sehingga Muspida tampak guyub rukun. Secara psikis kondisi tersebut “sejuk” dipandang dan di dengarkan, walaupun secara realita kita percaya banyak harga yang harus di bayar untuk menciptakannya.

Menurut catatan Bude Jamillah, DPRD Lumajang terlalu asik bermain politik kepentingan. Dan celakanya kepentingan yang dimainkan sangat kurang memihak pada kepentingan mayoritas masyarakat. Sebetulnya Bude Jamillah paham bahwa itu memang sudah menjadi “genre” mereka, mulai dari tingkat paling atas sampai tingkat anak cabang di tingkat Desa, bahwa wakil rakyat masih menjadi wakil konstituen (baca parpol). Masih sangat sedikit bibit negarawan yang lahir melalui rahim partai politik.

Pertempuran di tingkat Legislatif sebetulnya akan sedikit berimbang andai saja pengusung sang Bupati dulu sedikit mayoritas. Jika kondisi minoritas seperti saat ini, sebetulnya sangat disyaratkan seni melakukan kompromi, juga perlu tim negosiator yang andal, sehingga daya tawar rendah bisa fleksibel dijual.

Bude jamillah mencatat hanya beberapa gelintir Perda dan anggaran (yang ini sebetulnya tugas rutin mereka) yang dihasilkan oleh wakil Parpol di DPRD ini. Apalagi jika mereka gagal mengesahkan PAK 2010, akan menjadi sah jika banyak pertanyaan “ Ngapain saja mereka selama ini?”. Pertanyaan ini bisa berkembang menjadi seberapa komitmen mereka (sebetulnya), dalam mengemban amanat memperjuangkan kepentingan masyarakat?

Menurut analisa Bude Jamillah kondisi di Lumajang memang setali tiga uang. Sementara Bupati sibuk membuka front pertempuran (baik di Pengadilan Negeri Jember, maupun di tingkat lokal), sedangkan DPRD Lumajang menggunakan seluruh energi dan potensinya untuk menjegal dan menjatuhkan Bupati.

Next Posing : Lumajang pasca Bupati non Aktif Sementara ....

Thursday, September 2, 2010

Malaysia si Jiran


 Ramadhan di Malaysia

Ramadhan ini kita disuguhi banyak gejala sosial yang semakin hari menjelma menjadi sebuah trend. Beberapa contoh dapat menjadi ingatan kita, kematian massal kasus minuman oplosan, Ibu dan anak melakukan harakiri dengan membakar diri,  penculikan anak, terorisme (yang dianggap teroris), dan segudang gejala lainnya yang kebetulan sebagian besar bermakna negatif.

Hiruk pikuk gejala paling anyar yang disuguhkan sebagian besaar media adalah tersulutnya harga diri bangsa oleh Malaysia. Gejala ini diantaranya melahirkan demo marak menjurus anarkis di Kedubes Malaysia. Dan sontak media meramunya menjadi agitasi yang membius, dengan pemisahan antara fakta dan realita menjadi kabur untuk dibedakan. Sebelum pembedaan itu menjadi jelas, su’udhon kita keburu kita implementasikan menjadi umpatan, makian, hujatan bahkan vandalism. Bentuk implementasi ini sebetulnya sudah menjadi trademark serta sudah berhasil menggerus budaya ketimuran kita. Kita sudah menjadi identik dengan budaya kekerasan (?).

Terlepas dari itu, sebagian besar diantara kita setuju untuk satu hal, kita telah menjelma menjadi sebuah negara yang kurang disegani di wilayah ini. Tetangga kita menjadi sangat kurang berhitung untuk mengusik ketenangan kita (walaupun itu juga menjadi debatable karena suatu alasan (baca status perbatasan). Namun itu menjadi hal yang kecil dimungkinkan di era negara ini belum menjelma menjadi reformis (?) seperti saat ini.

Keadaan menjadi runyam ketika para pemimpin di negeri ini menjadi gamang untuk bersikap, bahkan untuk sekedar mengaum (tanpa mencakar pun). Atau justru mereka tahu diri? Mereka tahu diri, masih jelas tergambar orang berduyun duyun saling sikut berebut zakat, saling membunuh karena sejengkal tanah, bunuh diri massal karena secuil utang.

Masih sangat bertumpuk konsekuensi hasil kebijakan mereka, ledakan bertubi-ubi gas 3 kg di dapur-dapur masyarakat miskin kita, berderet penggusuran, overload kendaraan dan macet abadi di jalan-jalan utama kita, korupsi, kolusi dan daftar panjang masalah pelik tanpa jalan keluar di negeri ini.

Atau kita secara berjamaah menjadi bernyali ciut membayangkan ribuan saudara kita berduyun duyun keluar dari perkebunan karet dan sawit Malaysia. Kita takut ratusan ribu  pengangguran baru yang siap melahirkan dan menelantarkan jutaan istri, suami, dan anak-anak mereka, yang akan menjelma menjadi monster baru yang siap meruntuhkan citra mereka. Dan itu kabar buruk pada pesta demokrasi yang akan datang.

Saya menjadi ingat pesan Bude Jamillah (yang mengutip ayat Al-qur’an), ; Bagaimana Kondisi suatu bangsa, maka demikianlah dengan pemimpin mereka. Pemimpin kita adalah cermin kondisi kita, demikian kalau boleh disimpulkan. Dan hasil penilaian pada pemimpin kita akan sangat beragam tergantung sudut pandang kita, sudut pandang tim sukses, sudut pandang tim yang tidak sukses, dan sejuta sudut pandang yang mewakili posisi dan kepentingan. Kita akan menjadi sangat sulit menemukan sudut pandang yang tidak punya tendensi. So, semua tetap berjalan, dan pro-kontra itu sunnatullah. Terpenting .... Hiduplah dengan Orisinalitas Kita  ......


      


Thursday, June 24, 2010

Deklarasi ODF Kecamatan Kedungjajang

Open Defecation Free Declaration Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang

Satu lagi Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di Kabupaten Lumajang. Masyarakat Kecamatan Kedungjajang melaksanakan Deklarasi ODF pada hari Rabu Tanggal 23 Juni 2010, di Pendopo Kecamatan. Dengan Deklarasi ini di Kabupaten Lumajang, sampai saat ini, terdapat komunitas ODF sebanyak 4 Kecamatan dengan 48 Desa serta lebih dari 200 Posyandu.

Sebagai catatan, secara geografis dan kultural, mungkin Deklaspanduk ODF Kedungjajangrasi di Kecamatan Kedungjajang menjadi istimewa. Pertama wilayah ODF bergeser ke sebelah Utara Kabupaten, dan kedua, disana merupakan basis suku dan kultural yang lain dari wilayah ODF yang selama ini sudah ada (Kecamatan Gucialit, Senduro dan Padang). Kalau boleh berhipotesa, hal ini membawa (sedikit) angin segar bagi (sedikit) pandangan yang selama ini beranggapan bahwa yang berbau tapal kuda masih memerlukan lebih banyak effort untuk berhasil.

Ada sedikit joke dari Wakil Bupati Lumajang terkait kultur ini (saat memberikan sambutan pada Deklarasi ini). 100_6548Prinsipnya menyampaikan sesuatu pada mereka harus tuntas dan jelas. Ketika menjumpai ada masyarakat yang masih buang air besar di sungai, Pak Wabub kita menegurnya dengan mengingatkan, bahwa buang air “besar” di sungai tidak baik dan tidak boleh dari kaca mata apapun. Yang di tegur bilang, bahwa punyanya “tidak besar” namun panjang. So mesti jelas dong, dilarang buang air besar dan panjang ….. di sungai …

Sesuai teori replikasi, lebih banyak harapan menjadi sah untuk dibebankan pasca deklarasi ODF Kecamatan Kedungjajang ini. 100_6559Setidaknya - sesuai harapan Bupati Lumajang - pada pengantar penandatangan Prasasti Deklarasi ini, Kecamatan di wilayah Utara (dengan basis kultur yang sama), akan segera mengikuti jejak Kecamatan Kedungjajang (Kecamatan Randuagung, Klakah, dan Ranuyoso).

Namun sesuai target dan komitmen, 6 Kecamatan lain masih terus bergerak untuk menyandang Status ODF sampai akhir tahun 2010 ini (Tempursari, Pronojiwo, Pasrujambe, Yosowilangun, Tekung, Jatiroto).

Komitmen besar dan gaung kampanye ODF di tingkat stake holder, memang sangat layak untuk dijadikan landasan membangun optimisme. Kita dapat melihat bagaimana para camat dan Kepala Desa sudah “sangat nyambung” dengan komitmen Bupati di seantero wilayah. 100_6563 Dan dari sini (sebetulnya) kita dapat melihat berbagai “inovasi tiada henti” (meminjam iklan produk otomotif), dari mereka untuk mewujudkan ODF di wilayahnya. Yang menjadi sedikit kelabakan mungkin para verifikator ODF (dan tentu para verifikator pasca deklarasi ODF). Untung kita mendapat supply sukup, dengan kehadiran para CPNS baru dengan basic fungsional Sanitarian dan Penyuluh Kesehatan. Mereka masih muda, energik, idealis, dan profesional (tinggal sedikit injeksi roh STBM dan Jiwa CLTS … ).

Kembali ke Kecamatan Kedungjajang. Kilas balik cerita dimulai pada tahun 2005 ketika pilot project CLTS di terapkan di Desa Jatisari, dan berhasil. Metode ini kemudian dikembangkan di 3 desa lainnya - Desa Grobogan, Kedungjajang, dan Curah Petung - dan berhasil, sampai kemudian ternyata metode ini kurang berhasil dilaksanakan di Desa Pandansari. 100_6593 Belajar dari situ, kemudian dilakukan penguatan pada Tim dan kerjasama lintas sektor. Sebut saja diantaranya dengan kehadiran Tim SToPS, sinkronisasi dengan Posyandu Gerbangmas, sampai kemudian lahir Tim STBM dengan penguatan aspek legalitasnya (SK Camat dan Kepala Desa). Motto Tim Mereka ternyata simple namun keren : YANG BIASA BELUM TENTU BENAR YANG BENAR HARUS DIBIASAKAN.

Dari motto tersebut lahirlah hasil berikut : 100_6586Pada tahun 2005 angka kepemilikan jamban di Kecamatan Kedungjajang tercatat 5.550 buah, Jumlah ini terus bertambah sehingga sampai tri bulan I tahun 2010 ini angka kepemilikan jamban meningkat menjadi 8.694 buah.  Terjadi penambahan jumlah jamban sebanyak 3.144 buah. Dengan akses penggunaan menjadi 100%, maka dengan gembira di umumkanlah Deklarasi 100% masyarakat Kecamatan Kedungjajang Telah Bebas Dari Buang Air Besar Sembarangan pada Tanggal 23 Juni 2010.

See u next ODF declair ….

Saturday, June 19, 2010

Nilai Ekonomis Jabon

Nilai Ekonomis dan Harga Tanaman Jabon

Sebagimana sudah dijanjikan, seiring berbagai pertanyaan dan antusiasme pembaca di Blog Lumajangtopic ini berikut artikel tentang nilai ekonomis dan informasi harga Tanaman Jabon. DSC01253 Sebagimana kita ketahui Keunggulan Jabon (Antocephalus Cadamba), Jabon memiliki beberapa keunggulan di bandingkan dengan tanaman kayu rimba lainnya. Selain daya tumbuhnya yang sangat cepat, tingkat kelurusannya juga tinggi, berbatang silinder dan cabang yang ada pada masa pertumbuhan akan rontok dengan sendirinya ketika pohon meninggi. Sifat ini menguntungkan karena tidak memerlukan pemangkasan. Kayunya berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat serat sangat baik dipergunakan untuk pembuatan kayu lapis (playwood), mebeler, bahan bangunan non kontruksi, maupun kayu gergajian, tanaman Jabon menpunyai usai optimal berkisar 12 tahun tetapi pada usia 6 – 8 tahun sudah dapat di tebang (Çľ 30 up).

DSC01206

Dari aspek Penanaman dan Perawatan, Jabon merupakan tanaman yang mudah tumbuh dan berkembang serta tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya.  Karena jenisnya yang berwarna putih agak kekuningan tanpa terlihat seratnya, sangat dibutuhkan pada industri kayu lapis (playeood), meubelair dan bahan bangunan non kontruksi, sehingga dalam pemasaran kayu jabon sama sekali tidak mengalami kesulitan. DSC00950 Bahkan salah satu pelaku senior budi daya Jabon ini di Kabupaten Lumajang kami telah melakukan kerjasama dengan industri kayu lapis yang siap untuk membeli setiap saat dalam jumlah yang tidak terbatas.

 

Secara ekonomis, budidaya tanaman jabon akan memberikan keuntungan yang sangat menggiurkan apabila dikerjakan secara serius dan benar, dari hasil perhitungan yang telah dilakukan pada tanaman jabon setelah dipanen pada usia 8-10 tahun dengan asumsi harga terendah dan batang terkecil, maka pada setiap batang jabon akan diperoleh, misalnya jika tinggi batang yang bisa terjual rata-rata 12 m dengan diameter batang rata-rata, maka tiap batang pohon jabon menghasilkan kayu yang bisa dijual sebanyak 1,5 kubik, dengan harga perkubik saat ini Rp 1.000.000, akan didapatkan pemasukan minimal Rp 1.500.000 per batang pohon jabon (usia 8-10 tahun). DSC00852

 

Harga kayu jabon per kubik dipasaran saat ini

1.middle 30-39 Rp 1.000.000

2.middle 40-49 Rp 1.100.000

3.middle 50 up Rp 1.200.000

Harga ini diprediksi akan mengalami terus mengalami kenaikan seiring dengan tingkat kebutuhan / permintaan yang semakin meningkat. Jika kita punya lahan 1 ha, dengan jarak tanam 4x5 meter, kita akan mampu menanam sebanyak 500 batang Jabon. Dengan jumlah itu investasi kita dalam waktu 6-8 tahun akan menghasilkan Rp. 750.000.000. Tingkat resiko investasi ini jika kita melihat perjalanan Jabon selama ini, sangat kecil. Tingkat resiko agak tinggi mungkin pada tahap pembibitan, khususnya jika kita mencoba melakukan pembibitan sendiri dengan biji jabon. Namun jika kita tidak mau mengambil resiko ini, di pasaran Lumajang sudah tersedia berbagai jenis bibit jabon yang siap tanam (dengan tingkat resika gagal dijamin sangat kecil). Penyedia bibit juga siap melakukan pendampingan dan bimbingan teknis metode budi daya penaman sampai tuntas.

 

harga bibit jabon

Tingkat pertumbuhan tanaman JABON termasuk sangat cepat dibandingkan dengan kayu keras lainnya. Sebagai ilustrasi diameter batang dapat tumbuh antara 10 cm setiap tahunnya, dengan perkembangan tinggi batang dapat mencapai 20 meter pada usia 12 tahun ! Ketika usia pohon mencapai 6-8 tahun, Jabon siap dipanen (dengan rata-rata per batang menghasilkan min 1,5 m3 x harga per m3 Æ 30 Up Rp.1.000.000 = Rp. 1.500.000,- per batang). Sungguh investasi yang sangat menggiurkan untuk segera direalisasikan  ….

 

JIka Anda tertarik, informasi lengkap dan up to date dapat dikirim ke : mail@helpingpeopleideas.com 

(tempat kita berbagi dan bertukar informasi …. )

Tuesday, February 16, 2010

GOOGLE TRAVEL

How About Google Travel
Google Nexus One Unlocked PhoneIf you're an chance biking aggregation alms alcove trips and destinations, or accouterment acceptable eco-tourism offerings, you don't charge me to acquaint you you're in a awful competitive, low allowance market.
Google to the rescue!

Google offers a advanced array of accomplished accoutrement that you can use for business intelligence as able-bodied as viral marketing. The accessible choices are your aggregation name, your competitors' names, and your alcove destinations or bout types. Actualize a YouTube homepage with links to your website, advice about your company, and actualize a association about your videos. Google Groups is addition abundant abode to see and be seen. The Google Local Business Center is a air-conditioned apparatus to let you column advice about your business in a yellow-pages blazon of format. It aswell ability advice that application Google's APIs, any accomplice sites or chance biking aggregator can affectation your listings and alter cartage to you.

By leveraging the ability of Google with your chance biking website, you can watch your cartage (and business!) access while you apply on what's important to you-- accouterment top cleft biking and tourism opportunities for your customers.

Research Application Google  for Get Travel Trend
Google Trends is an online apparatus that offers acumen into biking trends about the world. The apparatus is provided by Google Labs and shows comparisons of acceptance for altered seek phrases. Try it for yourself: go to Google Trends (see the hotlink at the end of this article), archetype "business travel, vacation travel, anniversary travel" (with commas but after quotes) into the argument box and hit the Seek Trends button.

Google Trends uses the aboriginal byword in your account as a baseline for allegory to the actual phrases. Can you see how absorption in vacation and anniversary biking is college than absorption in business travel?

Seasonal trends alter for the altered biking types. For example, absorption in vacation biking is accomplished in January and steadily declines against December. Now let's attending at bounded absorption for your seek phrases. You'll see "vacation travel" is a accepted byword in Canada, the USA and the United Kingdom, while "holiday travel" is accepted in the UK, Ireland, New Zealand and Australia. In our example, there ability be added humans in New York than London analytic for "business travel", but according to Google Trends, a college allotment of London's than New York's citizenry is absorbed in business travel.

Saturday, February 13, 2010

Travel Super

Super Biking Deals For the Traveler on a Budget

50 Nifty Super Travel GamesThere are consistently three things that you attending for if on the cruise for a abode to visit: the abode should be easy-on-the-eyes, ill-fitted to your taste, and of course, actual budget-friendly. You're searching for the Superman of biking deals, and this is area cool biking deals appear into the picture! You just allegation the appropriate action to be able to get cool biking deals, and acquire the vacation that you've consistently dreamed about!

Plan advanced - It's never a acceptable affair to get biking companies allegation a lot added during these times because humans are harried, and allegation to get area they wish to go double-time! By booking and purchasing biking tickets early, you're not alone accepting the aces of the seats, but aswell extenuative yourself the agitation should agitation appear in the approaching and bandy a bend into your plans.

The funny affair is, traveling to places like the Bahamas or Hawaii is actively over-rated and over-crowded. Humans from all over the apple are traveling there and blockage there, and you're traveling to adore yourself, not be about added humans than area you came from! Why not biking to a baby inn in Naples' Wine Valley or book a baby cottage in Spain? Try something that you've never even anticipation of, and you'll be afraid how abundant you can in fact adore yourself!

Use added modes of transport.
A lot of humans just acquire the rental car ante that are already packaged with their biking packages, never apperception the added fee. If you're a bloom junkie, there's consistently a bike boutique adjacent accommodating to hire you one of their units!

Make friends! Be affable to your biking agent, your flight attendant, your baggage carrier, your cab driver...just about anyone you'll accommodated through your travels. If you're searching for cool biking deals around, you acquire to absolutely put in some time and diaphoresis to acquisition what fits your account and your expectations of your travel.